Kawasan industri merupakan wilayah yang disediakan untuk kegiatan industri, baik itu industri skala besar, sedang, maupun kecil. Bahan baku untuk kegiatan industri ini bisa berasal dari sekitar wilayah industri tersebut, dan bisa juga berasal dari luar wilayah industri tersebut. Wilayah Kabupaten Barito Kuala sangat strategis untuk kegiatan  industri.  Hal   ini   dikarenakan  di   samping  letak geografisnya, juga infrastruktur yang semakin baik. Wilayah Kabupaten Barito Kuala dilalui oleh sungai- sungai besar, seperti Sungai Barito, Sungai Negara, dan Sungai Kapuas.  Keberadaan  sungai-sungai  tersebut  sangat berguna bagi   jalur   transportasi  air,   yang   mana   biasanya  sangat bermanfaat dalam distribusi kegiatan industri. Dalam hal transportasi darat, wilayah Barito Kuala juga dilalui oleh jalan Trans Kalimantan, yang menghubungkan antara Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan Tengah. Ditambah lagi jalan-jalan lainnya, baik itu jalan besar maupun jalan kecil yang sudah sangat memadai untuk dilewati. Sehingga jalur transportasi darat bagi kegiatan industri sudah sangat mendukung. Kawasan industri di wilayah Kabupaten Barito Kuala juga sangat dekat dengan sumber air bersih dan pembangkit listrik, sehingga akan sangat menunjang untuk kegiatan industri.
Sesuai Peraturan Daerah Nomor : 6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala, kawasan industri yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut :

  • Kawasan industri besar dengan luasan ± 453 Ha dengan lokasi di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, dan Kecamatan Alalak.
  • Kawasan industri sedang dengan luasan ± 1.543 Ha dengan lokasi di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan  Alalak  Kecamatan  Anjir  Muara,  Kecamatan Rantau   Badauh,   Kecamatan   Cerbon,   dan   Kecamatan bakumpai.
  • Kawasan industri kecil dengan lokasi tersebar di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Barito Kuala.


Potensi jenis bidang usaha yang bisa dilakukan di bidang industri di antaranya :

  • Investasi di bidang perkapalan, dengan lokasi di sekitar pinggiran Sungai Barito di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan  Tamban,  Kecamatan  Anjir  Muara,  dan Kecamatan Alalak.
  • Investasi di bidang industri pengolahan kayu, dengan lokasi di sekitar pinggiran Sungai Barito di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, dan Kecamatan Alalak.
  • Investasi di bidang industri pengolahan kelapa sawit, baik itu  pabrik  CPO  maupun  derivatnya.  Lokasi  yang  cocok adalah di sekitar perkebunan kelapa sawit.
  • Investasi di  bidang  industri mebel  skala  besar,  dengan lokasi di sekitar pinggiran Sungai Barito di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, dan Kecamatan Alalak.
  • Investasi di bidang pembuatan perahu dari kayu, dengan lokasi di sekitar pinggiran Sungai Barito di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, dan Kecamatan Alalak.
  • Investasi usaha industri pangan pengolahan keripik jamur dan keripik pipih. Kapasitas usaha yang ada saat ini adalah 2  (dua)  kelompok.  Kapasitas  usaha  yang  dapat dikembangkan adalah menjadi 6 (enam) kelompok. Lokasi kegiatan industri ini adalah di Kecamatan Bakumpai dan Kecamatan Belawang.
  • Investasi usaha industri kerajinan anyaman purun. Lokasi kegiatan industri ini adalah di Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Belawang dan Kecamatan Alalak.

Selain  beberapa  investasi  yang  disebutkan  di  atas, sebenarnya sangat banyak potensi investasi lainnya yang bisa dilaksanakan  dan  dikembangkan,  baik  itu  industri  besar, industri sedang, maupun industri kecil, terutama di kawasan industri yang telah ditetapkan.

 

 

 

You are here: Home Potensi Investasi Perindustrian

JADWAL PIMPINAN

Jadwal Kegiatan Pimpinan Daerah

BaTV

LPSE

Webmail

JDIH