Berhasil tidaknya pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan penduduknya.Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduknya berdampak positif bagi masa depan.Tahun 2013 terdapat 659 sekolah baik dari sekolah umum maupun sekolah keagamaan, jumlah kelas sebanyak 3.126 buah, jumlah guru sebanyak 6.230 orang dan jumlah murid sebanyak 62.909 orang. Dengan jumlah tersebut terjadi peningkatan baik untuk jumlah sekolah, murid, dan guru, hanya pada jumlah kelas yang mengalami penurunan.

-       Perkembangan jumlah sekolah, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 1,23% atau bertambah 8 sekolah, tahun 2012 mengalami peningkatan 6,03% atau bertambah 37 sekolah, tahun 2011 mengalami peningkatan 2,16% atau bertambah 13 sekolah, tahun 2010 meningkat 1,01% atau bertambah 6 sekolah, tahun 2009 meningkat 3,12% atau bertambah 18 sekolah, tahun 2008 meningkat 5,87% atau bertambah 32 sekolah dari tahun 2007 yang berjumlah 545 sekolah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 20,92% atau bertambah 114 sekolah.

Perkembangan jumlah kelas, pada tahun 2013 mengalami penurunan -0,60% atau berkurang 19 kelas, tahun 2012 mengalami peningkatan 1,58% atau bertambah 49 kelas, tahun 2011 mengalami penurunan -1,62% atau berkurang 51 kelas, tahun 2010 meningkat 6,28% atau bertambah 186 kelas, tahun 2009 menurun -1,17% atau berkurang 35 kelas, tahun 2008 meningkat 6,73% atau bertambah 189 kelas dari tahun 2007 yang berjumlah 2.807 kelas. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 11,36% atau bertambah 319 kelas.

Perkembangan jumlah murid, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 2,33% atau bertambah 1.430 orang, tahun 2012 mengalami peningkatan 1,84% atau bertambah 1.108 orang, tahun 2011 mengalami peningkatan 1,11% atau bertambah 664 orang, tahun 2010 meningkat 3,47% atau bertambah 2.004 orang, tahun 2009 meningkat 2,52% atau bertambah 1.418 orang, tahun 2008 meningkat 0,37% atau bertambah 208 orang dari tahun 2007 yang berjumlah 56.007 orang.  Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 12,18% atau bertambah 6.832 orang siswa.

Perkembangan jumlah guru, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 3,82% atau bertambah 229 orang, tahun 2012 mengalami peningkatan 7,24% atau bertambah 405 orang, tahun 2011 mengalami peningkatan 0,54% atau bertambah 30 orang, tahun 2010 meningkat 2,90% atau bertambah 157 orang, tahun 2009 meningkat 3,07% atau bertambah 161 orang, tahun 2008 menurun -1,00% atau berkurang 53 orang.  Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 17,52% atau bertambah 929 orang guru.

Perkembangan rasio sekolah/murid, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 1,08%, tahun 2012 mengalami penurunan -3,95%, tahun 2011 mengalami penurunan -1,03%, tahun 2010 meningkat 2,44%, tahun 2009 menurun -0,58%, tahun 2008 menurun -5,20%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar -7,43%.

-  Perkembangan rasio kelas/murid, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 2,95%,tahun 2012 mengalami peningkatan 0,25%, tahun 2011 mengalami peningkatan 2,78%, tahun 2010 menurun -2,64%, tahun 2009 meningkat 3,73%, tahun 2008 menurun -5,96%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 0,15%.

Perkembangan rasio guru/murid, pada tahun 2013 mengalami penurunan -1,44%,tahun 2012 mengalami penurunan -5,04%, tahun 2011 mengalami peningkatan 0,57%, tahun 2010 meningkat 0,55%, tahun 2009 menurun -0,53%, tahun 2008 meningkat 1,38%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar -0,48%.

 

Sekolah Umum

Pada Tahun 2013 sarana pendidikan untuk tingkat TK yang berjumlah 193 buah masih kurang jika dibandingkan dengan kelurahan/desa yang berjumlah 201 buah dimana baru 7kecamatan dari 17 kecamatan (41,18%) jumlah sekolah yang mencukupi dari jumlah desa/kelurahan.Untuk tingkat SD yang berjumlah 270 buah hanya kecamatan Tabukan yang masih kekurangan 2 sekolah dari jumlah desa sebanyak 11 buah, untuk tingkat SMA hanya kecamatan Cerbon yang belum ada sedangkan untuk SMK hanya ada di kecamatan Tamban, Anjir Muara dan Marabahan. Perkembangan sekolah, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 1,31% atau bertambah 7 buah, tahun 2012 mengalami peningkatan 7,00% atau bertambah 35 buah,tahun 2011 mengalami peningkatan 2,46% atau bertambah 12 buah, tahun 2010 meningkat 1,67% atau bertambah 8 buah, pada tahun 2009 meningkat 3,90% atau bertambah 18 buah, pada tahun 2008 meningkat 7,69% atau bertambah 33 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 26,34% atau bertambah 113 buah.  Perkembangan sekolah dirinci berdasarkan tingkat pendidikan sebagai berikut :

-    TK, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 3,21% atau bertambah 6 buah, tahun 2012 mengalami peningkatan 23,03% atau bertambah 35 buah, tahun 2011 mengalami peningkatan 5,56% atau bertambah 8 buah ,tahun 2010 menurun -2,04% atau berkurang 3 buah, tahun 2009 meningkat 13,95% atau bertambah 18 buah, pada tahun 2008 meningkat 29,00% atau bertambah 29 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 93,00% atau bertambah 93 buah sekolah.

-    SD, pada tahun 2009 s.d 2013 tidak mengalami perubahan tetap berjumlah 270 buah, pada tahun 2008 menurun 0,37%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar 0,37% atau berkurang 1 buah sekolah.

-    SMP, pada tahun 2013 tetap seperti tahun 2012 yaitu berjumlah 58 buah, tahun 2012 mengalami penurunan1,69% atau berkurang 1 buah, tahun 2011 mengalami peningkatan 5,36% atau bertambah 3 buah, tahun 2010 meningkat 21,74% atau bertambah 10 buah, pada tahun 2009 tidak mengalami perubahan tetap berjumlah 46 buah seperti tahun 2008, pada tahun 2008 meningkat 12,20% atau bertambah 5 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 41,46% atau bertambah 17 buah sekolah.

-    SMA, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 5,88% atau bertambah 1 buah, tahun 2012 meningkat 6,25% atau bertambah 1 buah, tahun 2011 meningkat 6,67% atau bertambah 1 buah, tahun 2008 s.d 2011 tidak mengalami perubahan tetap berjumlah 15 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 20,33% atau bertambah 3 buah sekolah.

                -   SMK, tahun 2010 sampai dengan 2013 tidak mengalami perubahan tetap berjumlah   3         buah, tahun 2010 meningkat 50,00% atau bertambah 1 buah, pada tahun 2008 dan 2009 tidak mengalami perubahan tetap 2 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 50,00% atau bertambah 1 buah.

 

-   Perkembangan kelas, pada tahun 2013 mengalami penurunan -0,68% atau berkurang 18 buah, tahun 2012 mengalami peningkatan 1,77% atau bertambah 46 buah,tahun 2011 mengalami peningkatan 3,10% atau bertambah 78 buah, tahun 2010 meningkat 7,66% atau bertambah 179 buah, pada tahun 2009 menurun 1,89% atau berkurang 45 buah, pada tahun 2008 meningkat 8,62% atau bertambah 189 buah dan pada tahun 2007 meningkat 1,62% atau bertambah 35 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 19,56% atau bertambah 429 buah kelas.

-   Perkembangan guru, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 0,98% atau bertambah 45 orang, tahun 2012 mengalami peningkatan 11,14% atau bertambah 459 orang,tahun 2011 mengalami peningkatan 0,32% atau bertambah 13 orang, tahun 2010 meningkat 7,06% atau bertambah 271 orang, pada tahun 2009 meningkat 3,12% atau bertambah 116 orang, pada tahun 2008 meningkat 2,62%  atau bertambah 95 orang dan pada tahun 2007 meningkat 3,84% atau bertambah 134 orang. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 27,55% atau bertambah 999 orang guru.

-   Perkembangan murid, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 3,88% atau bertambah 1.884 orang, tahun 2012 mengalami peningkatan 2,01% atau bertambah 954 orang,tahun 2011 mengalami peningkatan 0,56% atau bertambah 265 orang, tahun 2010 meningkat 4,00% atau bertambah 1.818 orang, pada tahun 2009 meningkat 3,47% atau bertambah 1.523 orang, pada tahun 2008 meningkat 4,71% atau bertambah 1.977 orang dan pada tahun 2007 meningkat 3,49% atau bertambah 1.415 orang. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 20,07% atau bertambah 8.421 orang murid.

-   Perkembangan Rasio Guru/Murid, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 2,87% atau bertambah 0,30%, tahun 2012 mengalami penurunan -8,2% atau berkurang 0,95%,tahun 2011 mengalami peningkatan 0,24% atau bertambah 0,03%, tahun 2010 menurun -2,86% atau berkurang 0,34%, pada tahun 2009 meningkat 0,34% atau bertambah 0,04%, pada tahun 2008 meningkat 2,04% atau bertambah 0,24% dan pada tahun 2007 menurun -0,33% atau berkurang 0,04%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar -5,87 atau berkurang 0,68%.

Perkembangan Rasio Murid/kelas, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 4,60% atau bertambah 0,84%, tahun 2012 mengalami peningkatan 0,23% atau bertambah 0,04%,tahun 2011 mengalami penurunan 3,62% atau berkurang -0,46%, tahun 2010 menurun 3,40% atau berkurang -0,66%, pada tahun 2009 meningkat 5,46% atau bertambah 1,01%, pada tahun 2008 menurun -3,60% atau berkurang      -0,65% dan pada tahun 2007 meningkat 1,84% atau bertambah 0,35%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 0,42%.

 Sekolah Keagamaan

 

Pada tahun 2013 di Kabupaten Barito Kuala untuk sekolah keagamaan berjumlah 117 buah dengan jumlah kelas 518 buah dan ruang kelas 688 buah sedangkan jumlah guru sebanyak 1.657 orang dan jumlah murid sebanyak 12.768 orang. Jumlah sekolah Madrasah Ibtidayah sebanyak 57 buah, sekolah Madrasah Tsanawiyah sebanyak 41 buah dan sekolah Madrasah Aliyah sebanyak 19 buah.

Perkembangan untuk sekolah Keagamaan sebagai berikut :

-         Jumlah sekolah, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 0,86% atau bertambah 1 buah, tahun 2012 mengalami peningkatan 1,75% atau bertambah 2 buah, tahun 2011 meningkat 0,88% atau bertambah 1 buah, tahun 2010 menurun -1,74 atau berkurang 2  buah, tahun 2009 meningkat 1,77% atau bertambah 2 buah, tahun 2008 menurun -5,83% atau berkurang 7 buah dan tahun 2007 meningkat 1,69% atau bertambah 2 buah dari tahun 2006 yang berjumlah 118 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar -2,50% atau berkurang 3 buah sekolah.

-         Jumlah kelas, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 2,57% atau bertambah 13 buah, tahun 2012 meningkat 0,60% atau bertambah 3 buah, tahun 2011 menurun -20,44% atau berkurang 129 buah, tahun 2010 meningkat 1,12% atau bertambah 7 buah, tahun 2009 meningkat 1,63% atau bertambah 10 buah, tahun 2008 tidak ada perubahan dan tahun 2007 menurun -9,31% atau berkurang 63 buah dari tahun 2006 yang berjumlah 614 buah. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar 15,64% atau berkurang 96 buah kelas.

-         Jumlah murid, pada tahun 2013 mengalami penurunan -0,95% atau berkurang 123 orang , tahun 2012 meningkat 1,20% atau bertambah 154 orang , tahun 2011 meningkat 3,21% atau bertambah 399 orang, tahun 2010 meningkat 1,52% atau bertambah 186 orang, tahun 2009 menurun -0,85% atau berkurang 105 orang, tahun 2008 menurun -12,53% atau berkurang 1.769 orang dan tahun 2007 meningkat 2,85% atau bertambah 391 orang dari tahun 2006 yang berjumlah 13.728 orang murid. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar -8,91% atau berkurang 1.258 orang murid.

-         Jumlah guru, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 16,61% atau bertambah 236 orang, tahun 2012 menurun -3,66% atau berkurang 54 orang, tahun 2011 meningkat 1,17% atau bertambah 17 orang, tahun 2010 menurun -7,25% atau berkurang 114 orang, tahun 2009 meningkat 2,95% atau bertambah 45 orang, tahun 2008 menurun -8,84% atau berkurang 148 orang dan tahun 2007 meningkat 3,65% atau bertambah 59 orang dari tahun 2006 yang berjumlah 1.616 orang. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar 1,07% atau berkurang 18 orang guru.

-         Rasio Guru/Murid, pada tahun 2013 mengalami penurunan -15,06% atau berkurang 1,38% , tahun 2012 meningkat 5,05% atau bertambah 0,44%, tahun 2011 meningkat 2,02% atau bertambah 0,17%, tahun 2010 meningkat 9,46% atau bertambah 0,74%, tahun 2009 menurun -3,69% atau berkurang 0,30%, tahun 2008 menurun 4,05% atau berkurang 0,34% dan tahun 2007 menurun       -0,77% atau berkurang 0,07%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi penurunan sebesar 7,92% atau berkurang 0,67%.

Rasio Murid/Kelas,  pada tahun 2013 mengalami penurunan -3,43% atau berkurang 0,88%, tahun 2012 meningkat 0,60% atau bertambah 0,15%, tahun 2011 meningkat 29,73% atau bertambah 5,86%, tahun 2010 meningkat 0,39% atau bertambah 0,08%, tahun 2009 menurun -2,44% atau berkurang 0,49%, tahun 2008 menurun -12,53% atau berkurang 2,88% dan tahun 2007 meningkat 13,40% atau bertambah 2,72%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 telah terjadi peningkatan sebesar 7,97% atau bertambah 1,83%.

 


Indikator Pendidikan

Pencapaian pembangunan bidang pendidikan diukur melalui pendekatan IPM dari aspek pendidikan dinilai dari capaian indikator komponen pendukung yaitu Indeks/Angka Melek Huruf (AMH) dan Indeks/rata-rata Lama Sekolah. Kemudian analisis dilanjutkan terhadap perkembangan derajat pendidikan yang diukur dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) selain itu juga indokator Angka Putus Sekolah.


Angka Melek Huruf (AMH) menunjukkan prosentase penduduk 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin maupun huruf lainnya. Angka melek huruf di Kabupaten Barito Kuala tahun 2013 sebesar 94,19 persen, yang berarti masih terdapat 5,71 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang buta huruf, utamanya penduduk usia tua. Pada tahun 2013 mengalami peningkatan 0,04%,tahun 2012 tidak mengalami perubahan, tahun 2011 meningkat 1,20%, tahun 2010 meningkat 0,91%, tahun 2009 meningkat 0,01%, tahun 2008 tidak berubah/ tetap sebesar 92,18. Jika dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 2,18%.

Rata-rata Lama Sekolah (RLS)  mengindikasikan makin tingginya pendidikan yang dicapai oleh masyarakat suatu daerah. Indikator ini digunakan untuk mengetahui rata-rata tingkat pendidikan, yaitu jumlah tahun yang telah dihabiskan oleh penduduk di seluruh jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani.

Rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Barito Kuala tahun 2013 adalah 7,27, angka tersebut mengalami peningkatan 0,28%, tahun 2012 meningkat 1,40%,tahun 2011 meningkat 1,13%, tahun 2010 meningkat 3,82%, tahun 2009 meningkat 1,95%, tahun 2008 tidak berubah / tetap sebesar 6,68. Jika dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 8,83%.


Angka Partisipasi Kasar  (APK)menunjukkan rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.

Pada tahun 2013 APK untuk seluruh jenjang pendidikan mengalami peningkatan, untuk tingkat TK/RA 35, 8 meningkat sebesar 19,02%, tingkat SD/MI 109,15 meningkat sebesar 0,77%,  tingkat SMP/MTs 102,16 meningkat sebesar 2,57% dan tingkat SMA/MA 64,02 meningkat sebesar 8,8%. APK jenjang SD/MI dan SMP/MTs  relatif sudah tercapai yaitu 109,15% dan 102,16% yang mengindikasikan daya serap dan tingkat partisipasi penduduk untuk mengenyam pendidikan dasar sangat besar, sedangkan untuk APK jenjang SMA/MA baru tercapai 64,02% dan jenjang TK/RA baru tercapai 35,8%. Perkembangan APK berdasarkan jenjang pendidikan sebagai berikut :

-   APK TK, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 19,02% atau bertambah 5,72, tahun 2012 meningkat 1,42% atau bertambah 0,42,tahun 2011 menurun 12,61% atau berkurang 4,28, tahun 2010 meningkat 2,51% atau bertambah 0,83, tahun 2009 menurun 38,19% atau berkurang 20,46 dan tahun 2008 meningkat 38,71% atau bertambah 14,95 dari tahun 2007 yang berjumlah 38,62. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami penurunan sebesar         -7,30% atau berkurang 2,82.

-   APK SD/MI pada tahun 2013 mengalami peningkatan 0,77% atau bertambah 0,83, tahun 2012 mengalami penurunan -2,88% atau berkurang 3,21, tahun 2011 meningkat 2,52% atau bertambah 2,74, tahun 2010 meningkat 2,11% atau bertambah 2,25, tahun 2009 meningkat 0,05% atau bertambah 0,05 dan tahun 2008 meningkat 2,32% atau bertambah 2,41 dari tahun 2007 yang berjumlah 104,08. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 4,87% atau bertambah 5,07.

-   APK SMP/MTs, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 2,57% atau bertambah 2,56,tahun 2012 mengalami penurunan -11,80% atau berkurang 13,33, tahun 2011 meningkat 14,61% atau bertambah 14,40, tahun 2010 meningkat 16,56% atau bertambah 14,00, tahun 2009 menurun -6,20% atau berkurang 5,59 dan tahun 2008 menurun 13,06%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 14,29%.

-   APK SMA/MA, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 8,80% atau bertambah 5,18,tahun 2012 meningkat 1,52% atau bertambah 0,88, tahun 2011 meningkat 12,89% atau bertambah 6,62, tahun 2010 meningkat 3,7% atau bertambah 1,83, tahun 2009 menurun-12,22% atau menurun 6,89 dan tahun 2008 meningkat 11,66% atau bertambah 5,89 dari tahun 2007 yang berjumlah 50,51. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 26,75% atau bertambah 13,51.

 

Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan prosentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama (7-12 tahun).

Pada tahun 2013 terjadi peningkatan partisipasi pada  semua jenjang, untuk SD/MI meningkat sebesar 0.40%, untuk SMP/MTs meningkat sebesar 0.34% dan untuk jenjang SMU/MA meningkat sebesar 14.83%. APM jenjang SD/MI hampir tercapai yaitu mencapai 98,14 persen mengindikasikan daya serap dan tingkat partisipasi penduduk untuk mengenyam pendidikan dasar cukup besar. APM jenjang SLTP/MTs telah mencapai 90,22 persen sedangkan untuk APM jenjang SMU/MA baru mencapai 45,31 persen. Untuk APM jenjang SMU/MA masih rendah dikarenakan banyak yang bersekolah di Banjarmasin khususnya untuk wilayah Alalak. Perkembangan APM berdasarkan jenjang pendidikan sebagai berikut :

-   APM SD/MI pada tahun 2013 mengalami peningkatan 0,40% atau bertambah 0,39, tahun 2012 meningkat 2,30% atau bertambah 2,20, tahun 2011 meningkat 3,29% atau bertambah 3,04, tahun 2010 meningkat 3,93% atau bertambah 3,50, tahun 2009 meningkat 7,37% atau bertambah 6,11 dan tahun 2008 meningkat 0,96% dari tahun 2007 yang berjumlah 82,11. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 19,52% atau bertambah 16,03.

-   APK SMP/MTs, pada tahun 2013 mengalami peningkatan 0,34% atau bertambah 0,31, tahun 2012 meningkat 27,03% atau bertambah 19,13, tahun 2011 mengalami peningkatan 13,32% atau bertambah 8,32, tahun 2010 menurun-4,84% atau berkurang 3,18, tahun 2009 menurun   -12,94% atau berkurang 9,76 dan tahun 2008 meningkat 2,85% atau bertambah 2,09 dari tahun 2007 yang berjumlah 73,31. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 23,07% atau bertambah 16,91.

APK SMA/MA, tahun 2013 mengalami peningkatan 14,83% atau bertambah 5,85, tahun 2012 meningkat 1,60% atau bertambah 0,62, tahun 2011 menurun-26,84% atau berkurang 14,25, tahun 2010 meningkat 45,02% atau bertambah 16,48, tahun 2009 menurun-11,27% atau berkurang 4,65 dan tahun 2008 meningkat6,04% atau bertambah 2,35 dari tahun 2007 yang berjumlah 38,91. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 16,45% atau bertambah 6,4.


APK pada jenjang SD/MI Sederajat sebesar 114,20 persen sedang APMnya sebesar 99,14 persen berarti bahwa murid SD/MI Sederajat yang berumur 7-12 tahun sebanyak 99,14 persen. Selisih antara APK dan APM sebesar 15,06 persen berarti bahwa diantara murid SD/MI Sederajat sebanyak 15,06 persennya berumur kurang dari 7 tahun atau lebih dari 12 tahun. Begitu pula untuk jenjang SMP/MTs Sederajat dan SMA/MA Sederajat, nilai APKnya juga lebih besar daripada APMnya.

Dilihat dari APM berarti untuk penduduk umur 7 – 12 tahun yang bersekolah di SD/MI sebesar  99,14%, penduduk umur 13 – 15 tahun yang bersekolah di SMP/MTs sebesar 75,44% dan penduduk umur 16 – 18 tahun yang bersekolah di SMA/MA sebesar 51,45%.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) dapat menggambarkan berapa banyak penduduk usia pendidikan pada kelompok umur tertentu yang sedang bersekolah, sehingga terkait dengan program wajib belajar APS digunakan sebagai petunjuk berhasil tidaknya program tersebut. Sebagai standar program wajib belajar dikatakan berhasil jika nilai APS SD lebih dari 95 persen dan APS SMP lebih dari 70 persen.

APSuntukusia7-12tahun sebesar  99,69 persen,sedangkan untuk APS penduduk usia13-15 sebesar 86,02 persen.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  APS  SMP/sederajat  telah  mencapai target baik secara total maupun menurut jenis kelamin sehingga dapat dikatakanbahwapenerapan kebijakan pemerintahtentang program wajib belajar 9 tahun di Kabupaten Barito Kuala hampir berhasil.

Bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan maka APS, APK ataupun APM semakin rendah. Banyak sebab hal ini terjadi, kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya biaya pendidikan seiring dengan bertambah tinggi jenjang pendidikan dan keterbatasan akses terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang lebih tinggi.

Bila dibedakan menurut jenis kelamin terlihat bahwa partisipasi penduduk laki-laki lebih tinggi dalam mengikuti pendidikan formal dibandingkan penduduk perempuan. Hal ini disebabkan masih terdapatnya perbedaan perlakuan dalam rumahtangga untuk memberikan prioritas keikutsertaan untuk mendapatkan pendidikan formal, yaitu masih adanya pola pikir dalam masyarakat bahwa anak laki-laki akan menjadi pencari nafkah dan sebagai aset (tenaga kerja) keluarga dalam pemenuhan kebutuhan perekonomian keluarga. Persamaan gender untuk mendapatkan pendidikan formal (Education for All) dalam setiap kelompok umur penduduk usia 7-18 tahun yang dicerminkan oleh angka-angka di atas dalam setiap kelompok umur merupakan salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian tambahan seluruh pihak khususnya pemerintah dalam usaha peningkatan akses kepada masyarakat untuk mengecap pendidikan setinggi-tingginya.

 

Angka Putus Sekolah  dari tahun ke tahun semakin menurun, dimana rata-rata penurunannya sebesar 18,98%. Pada tahun 2013 mengalami penurunan -11,52% atau berkurang 19 orang, tahun 2012 menurun -32,65% atau berkurang 80 orang, tahun 2011 menurun -8,24% atau berkurang 22 orang, tahun 2010 menurun -1,11% atau berkurang 3 orang, tahun 2009 menurun -38,64% atau berkurang 170 orang dan tahun 2008 menurun          -21,71% atau berkurang 122 orang. Kalau dibandingkan dengan tahun 2007 mengalami penurunan sebesar -74,02% atau berkurang 416 orang, untuk tingkat SD/MI menurun -75,42% atau berkurang 227 orang, tingkat SMP/MTs menurun -58,62% atau berkurang 85 orang, tingkat SMA/MA menurun -94,55% atau berkurang 104 orang dan tingkat SMK tidak ada perubahan berjumlah 6 orang

 


Untuk mendukung percepatan perencanaan mengenai pendidikan maka Kementerian Pendidikan Nasional telah membangun Sistem Informasi Pendidikan melalui DAPODIK (Data Pokok Pendidikan). Adapun untuk Data Pokok Pendidikan Kabupaten Barito Kuala dapat diakses melalui alamat website http://www.baritokuala.dapodik.org

 

 

 

You are here: Home Pembangunan Sumber Daya Manusia Pendidikan

JADWAL PIMPINAN

Jadwal Kegiatan Pimpinan Daerah

BaTV

LPSE

Webmail

JDIH