Sarana Kesehatan

Perkembangan sarana dan prasarana kesehatan di  kabupaten Barito Kuala tahun 2013 tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2012, dimana untuk puskesdes permanen naik 7,25% dan  pos yandu naik 2,4%sedangkan untuk puskesmas, pustu dan poskesdes non permanen tidak mengalami perubahan. Untuk puskesmas keliling berupa kendaraan bermotor berkurang sebanyak 1 buah (-6,25%) menjadi 15 buah dan perahu bermotor bertambah 1 buah (20%)menjadi berjumlah 6 buah. Secara jumlah perkembangannya pada tahun 2012 naik 2,23%, tahun 2011 menurun 5,14%, tahun 2010 meningkat 8,88%, tahun 2009 menurun 9,93% dan tahun 2008 menurun 1,03%.

Dari sejumlah masyarakat Kabupaten Barito Kuala yang mengalami keluhan kesehatan, memilih cara berobat jalan ke fasilitas kesehatan.Mayoritas penduduk yang berobat jalan memilih ke puskesmas/pustu yaitu sebesar 52,74 persen, sekitar 27,61 persen berobat ke petugas kesehatan dan hanya 5,01 persen yang berobat ke dokter. Kemudahan akses bagi masyarakat mencapai puskesmas dan pelayanan dengan biaya berobat yang lebih ringan serta semakin bertambahnya tenaga kesehatan menyebabkan masyarakat lebih memilih puskesmas sebagai pilihan utama untuk berobat.

 

Pelayanan Kesehatan

Pencapaian pelayan rumah sakit dapat dilihat dari beberapa indikator standar terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yaitu pemanfaatan tempat tidur (BOR), rata-rata lama hari perawatan (LOS), rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur (TOI), rata-rata tempat tidur terpakai (BTO), rata-rata kematian setelah 48 jam dirawat (NDR), rata-rata angka kematian (GDR) selain itu pencapaian kunjungan rawat jalan.

 (BOR)     Bed Occupancy Ratio; Angka penggunaan tempat tidur / Rata-rata pemanfaatan tempat tidur :tahun 2013 menurun -23,87% atau berkurang 11,33, tahun 2012 meningkat 36,88% atau bertambah 12,79, tahun 2011 meningkat 4,08% atau bertambah 1,36, tahun 2010 menurun 22,22% atau berkurang 9,52, tahun 2009 meningkat 21,02% atau bertambah 7,44 dan tahun 2008 meningkat 76,12% atau bertambah 76,12.

 (LOS)      Length Of  Stay; Lama pasien dirawat/ Rata-rata lama hari perawatan : tahun 2013 menurun -8,16% atau berkurang 0,23, tahun 2012 meningkat 2,17% atau bertambah 0,06, tahun 2011 menurun -23,76% atau berkurang 0,86, tahun 2010 menurun -12,77% atau berkurang 0,53, tahun 2009 meningkat 70,78% atau bertambah 1,72 dan tahun  2008 menurun  -91,62% atau berkurang 26,57.

 (TOI)      Turn Over Interval ; Rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur :tahun 2013 meningkat 46,47% atau bertambah 1,45, tahun 2012 menurun -40,00% atau berkurang 2,08, tahun 2011 menurun -12,16% atau berkurang 0,86, tahun 2010 menurun -50,87% atau berkurang 6,13, tahun 2009 meningkat 186,22% atau bertambah 7,84 dan tahun 2008 meningkat 226,36% atau bertambah 2,92.

 (BTO)      Bed Turn Over ; Angka perputaran tempat tidur / Rata-rata tempat tidur terpakai :  tahun 2013 menurun -17,14% atau berkurang 10,58, tahun 2012 meningkat 34,76% atau bertambah 15,92,tahun 2011 meningkat 1.235,28% atau bertambah 42,32, tahun 2010 menurun -95,41% atau berkurang 71,35, tahun 2009 meningkat 3.620,40% atau bertambah 72,77 dan tahun 2008 mengalami penurunan -88,83% atau berkurang 15,99.

 (NDR)    Net Death Rate ; Rata-rata kematian setelah 48 jam dirawat :tahun 2013 menurun 20,00% atau berkurang 0,01, tahun 2012 menurun 16,67% atau berkurang 0,01, tahun 2011 menurun 92,21% atau berkurang 0,71, tahun 2010 meningkat 6,94% atau bertambah 0,05 dan tahun 2009 meningkat 100,00% atau bertambah 0,71.

(GDR)     Gross Death Rate ; Rata-rata Angka kematian : tahun 2013 meningkat 14,29% atau bertambah 0,02, tahun 2012 menurun -36,36% berkurang 0,08,  tahun 2011 menurun81,20% atau berkurang 0,95, tahun 2010 tidak mengalami perubahan dari tahun 2009 senilai 1,17 dan tahun 2009 meningkat 100,00% atau bertambah 0,04.

 

 

Tenaga Kesehatan

Tahun 2013 untuk jumlah tenaga medis adalah dokter spesialis berjumlah 2 orang, dokter umum berjumlah 43 orang dan dokter gigi berjumlah 16 orang. Perkembangan untuk jumlah tenaga medis pada tahun 2013 dan 2012 tidak mengalami perubahan  dengan tahun 2011, tahun 2011 mengalami peningkatan 38,64%, tahun 2010 meningkat 22,22%,  tahun 2009 meningkat 9,09%, tahun 2008 menurun -17,50% dan tahun 2007 mengalami peningkatan 8,11%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2006 telah terjadi peningkatan sebesar 64,86%.

Perkembangan untuk tenaga kesehatan, pada tahun 2013 berjumlah 750 orang, mengalami penurunan sebesar -8,87% atau berkurang 73 orang dari tahun 2012 dimana untuk medis tetap, perawat (termasuk perawat gigi) berjumlah 266 orang, menurun -26,92% atau berkurang 98 orang, bidan berjumlah 302 orang, meningkat 29,61% atau bertambah 69 orang, farmasi berjumlah 33 orang menurun -29,61% atau berkurang 1 orang, gizi berjumlah 29 orang meningkat 3,57% atau bertambah 1 orang, tenaga analis tetap berjumlah 28 orang, sanitasi berjumlah 24 orang menurun -11,11% atau berkurang 3 orang, dan kesehatan masyarakat (kesmas) berjumlah 7 orang menurun -85,42% atau berkurang 41 orang.

Untuk tahun 2012 mengalami penurunan -3,74% atau berkurang 32 orang, tahun 2011 menurun -16,09% atau berkurang 164 orang, tahun 2010 meningkat 110,97% atau bertambah 536 orang, tahun 2009 meningkat 13,38% atau bertambah 57 orang, tahun 2008 menurun -13,94% atau berkurang 69 orang, tahun 2007 meningkat 3,77% atau bertambah 18 orang. Kalau dibandingkan dengan tahun 2006 telah terjadi peningkatan sebesar 57,23% atau bertambah 273 orang.

Indikator Kesehatan

Dalam pengukuran IPM Kabupaten Barito Kuala, kesehatan adalah satu komponen utama selain pendidikan dan kemampuan daya beli. Derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Barito Kuala telah mengalami kemajuan namun masih di bawah angka Provinsi Kalimantan Selatan.

Angka Harapan Hidup (AHH); Diartikan sebagai umur yang mungkin dicapai seseorang yang lahir pada tahun tertentu. Tahun 2004 sebesar 59,1, tahun 2005 sebesar 59,6 meningkat 0,85%, tahun 2006 sebesar 60,5 meningkat 1,51%, tahun 2007 sebesar 60,82 meningkat 0,53%, tahun 2008 sebesar 61,18 meningkat 0,59%, tahun 2009 sebesar 61,52 meningkat 0,56%, tahun 2010 sebesar 61,86 meningkat  0,55%, tahun 2011 sebesar 62,31 meningkat  0,73%, tahun 2012 sebesar 62,76 meningkat  0,72% dan tahun 2013 sebesar 63,04 meningkat  0,45%.

Angka Kematian Ibu (AKI); Salah satu indikator kesehatan ibu dan mencerminkan resiko yang mengancam ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan. Angka ini dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi, gizi, sanitasi, dan pelayanan kesehatan ibu. Pada tahun 2006 terjadi 8 kasus kematian ibu dari 5.502 kasus kelahiran. Pada tahun 2007 terjadi 9 kasus kematian ibu dari 5.442 kasus kelahiran. Pada tahun 2008 mengalami penurunan yaitu terjadi 7 kasus kematian ibu dari 5.712 kasus kelahiran. Pada tahun 2009 mengalami penurunan yaitu terjadi 5 kasus kematian ibu dari 5.367 kasus kelahiran. Pada tahun 2010 mengalami peningkatan yaitu terjadi 10 kasus kematian ibu dari 5.528 kasus kelahiran. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan yaitu terjadi 9 kasus kematian ibu dari 5.302 kasus kelahiran. Pada tahun 2012 mengalami peningkatan yaitu terjadi 7 kasus kematian ibu dari 5.505 kasus kelahiran. Pada tahun 2013 mengalami peningkatan yaitu terjadi 9 kasus kematian ibu dari 5.452 kasus kelahiran. Perkembangan Angka Kematian Ibu (AKI), tahun 2004 meningkat 7,96%, tahun 2005 menurun -54,92%, tahun 2006 meningkat 163,64%, tahun 2007 meningkat 15,86%, tahun 2008 menurun -27,38%, tahun 2009 menurun -25,41%, tahun 2010 meningkat  98,90%, tahun 2011 menurun -7,39%, tahun 2012 menurun -22,84% dan tahun 2013 meningkat 27,91%.

Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup adalah jumlah bayi yang meninggal pada usia 1 hari sampai 1 hari sebelum bayi tersebut berumur 1 tahun dalam suatu wilayah tertentu selama 1 tahun per jumlah kelahiran hidup di wilayah dan kurun waktu yang sama dikalikan 1.000. Pada tahun 2006 terjadi 77 kasus kematian bayi dari 5.502 kasus kelahiran, tahun 2007 terjadi 65 kasus kematian bayi dari 5.442 kasus kelahiran, tahun 2008 mengalami penurunan yaitu terjadi 57 kasus kematian bayi dari 5.712 kasus kelahiran, tahun 2009 mengalami penurunan yaitu terjadi 57 kasus kematian bayi dari 5.367 kasus kelahiran, tahun 2010 mengalami peningkatan yaitu terjadi 39 kasus kematian bayi dari 5.528 kasus kelahiran, tahun 2011 mengalami penurunan yaitu terjadi 51 kasus kematian bayi dari 5.302 kasus kelahiran, tahun 2012 mengalami penurunan yaitu terjadi 74 kasus kematian bayi dari 5.505 kasus kelahiran dan tahun 2013 mengalami penurunan yaitu terjadi 106 kasus kematian bayi dari 5.452 kasus kelahiran. Perkembangan Angka Kematian Bayi (AKB), tahun 2004 meningkat 27,69%, tahun 2005 menurun 17,47%, tahun 2006 menurun 17,47%, tahun 2007 menurun 11,68%, tahun 2008 menurun 17,60%, tahun 2009 meningkat 3,91%, tahun 2010 menurun 34,36%, tahun 2011 meningkat 64,41%, tahun 2012 meningkat 22,27%dan tahun 2013 meningkat 42,57%.

 

You are here: Home Pembangunan Sumber Daya Manusia Kesehatan

JADWAL PIMPINAN

Jadwal Kegiatan Pimpinan Daerah

BaTV

LPSE

Webmail

JDIH