Pertanian merupakan sektor potensial di Kabupaten Barito Kuala, dengan luas sawah pasang surut mencapai 101.424 Ha. Dari luas sawah tersebut, memberikan hasil 317.605 ton gabah kering giling di Tahun 2009. Hal ini menjadikan Kabupaten Barito Kuala sebagai penghasil beras terbesar di Kalimantan Selatan yang mampu menyumbang kurang lebih 16,23 % dari total produksi Kalimantan Selatan. Usaha peningkatan peran sektor pertanian terus menerus dilaksanakan dengan program antara lain :

    Peningkatan Ketahanan Pangan
    Pengembangan Agribisnis
    Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian dan Agropolitan



Luas lahan pertanian menurut penggunaannya pada tahun 2009 mengalami peningkatan 5,15% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dari 220.946 ha menjadi 232.335 ha. Sedangkan untuk lahan sawah mengalami penurunan 5,05% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dari 140.702 ha menjadi 120.643 ha. Produksi padi tahun 2009 adalah 317.605 ton dengan rata-rata produksi 34,83 Kw/Ha.
Hampir semua kecamatan di Kabupaten Barito Kuala merupakan sentra produksi padi sawah. Produksi tanaman bahan makanan lainnya pada tahun 2009 yaitu jagung sebanyak 89 ton, kacang tanah 38 ton dan ubi kayu 4.555 ton. Selain tanaman di atas Batola juga berpotensi memproduksi tanaman buah-buahan seperti: jeruk, mangga, nenas dan rambutan. Produksi jeruk untuk Tahun 2008 sebesar 74.051,48 ton, nenas 3.014,5 ton, rambutan 3.152 ton dan mangga 769,5 ton.
Kabupaten Barito Kuala merupakan daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, dimana kabupaten ini penyumbang kurang lebih 16,23 persen. Perkembangan produksi padi di tahun 2004 sebesar 5,15 %, 2005 sebesar 3,67 % , 2006
sebesar 0,37 %, 2007 sebesar 12,92 % , 2008 sebesar 6,24 % dan 2009 sebesar -5,49 %.

Perkembangan produksi untuk palawija sebagai berikut :

    ? Tanaman jagung di tahun 2004 sebesar 25,53 %, 2005 sebesar 179,66 % , 2006 sebesar -67,27 %, 2007 sebesar -92,59 %, 2008 sebesar 162,5 % dan 2009 sebesar 747,62 %.
    ? Tanaman kacang tanah di tahun 2004 sebesar -32,95 %, 2005 sebesar -28,81 % , 2006 sebesar 117,86 %, 2007 sebesar -16,94 %, 2008 sebesar -60,28 % dan 2009 sebesar -37,07 %.
    ? Tanaman ubi kayu di tahun 2004 sebesar -8,19 %, 2005 sebesar 71,84 % , 2006 sebesar -26,48 %, 2007 sebesar 14,38 %, 2008 sebesar 10,93 % dan 2009 sebesar 12,71 %. Untuk tanaman sayuran perkembangan produksi di tahun 2007 sebesar 36,21 %, 2008
    sebesar -33,54 % dan 2009 sebesar -48,39 %. Perkembangan produksi untuk tanaman sayuran sebagai berikut :
    ? Petai di tahun 2007 sebesar 100,00 %, 2008 sebesar 86,97 % dan 2009 sebesar 177,97 %.
    ? Kacang Panjang di tahun 2007 sebesar 133,14 %, 2008 sebesar -59,14 % dan 2009 sebesar -78,88 %.
    ? Cabe di tahun 2007 sebesar 1,43 %, 2008 sebesar -64,32 % dan 2009 sebesar -80,26 %.
    ? Tomat di tahun 2007 sebesar -64,55 %, 2008 sebesar 177,61 % dan 2009sebesar -97,47 %.
    ? Terong di tahun 2007 sebesar -13,82 %, 2008 sebesar -6,42 % dan 2009 sebesar -88,06 %.
    ? Ketimun di tahun 2007 sebesar 185,37 %, 2008 sebesar -87,75 % dan 2009 sebesar -81,40 %.
    ? Bayam di tahun 2007 sebesar 41,18 %, 2008 sebesar -5,83 % dan 2009 sebesar -80,88 %.
    ? Kangkung di tahun 2007 sebesar -16,33 %, 2008 sebesar 20,73 % dan 2009 sebesar -68,38 % Untuk tanaman buah-buah perkembangan produksi di tahun 2006 sebesar -22,74 %, 2007 sebesar -92,59 %, 2008 sebesar -36,97 % dan 2009 sebesar -98,94 %.


Perkembangan produksi untuk sebagian buah-buahan sebagai berikut :

    ? Jeruk di tahun 2004 sebesar 4,99 %, 2005 sebesar 43,58 % , 2006 sebesar 16,01 %, 2007 sebesar 23,33 %, 2008 sebesar 0,12 % dan 2009 sebesar 181,35 %.
    ? Mangga/Kuini di tahun 2004 sebesar 1,27 %, 2005 sebesar -61,11 % , 2006 sebesar 37,49 %, 2007 sebesar -87,00 %, 2008 sebesar -35,34 % dan 2009 sebesar 262,17 %.
    ? Nenas di tahun 2004 sebesar 1,97 %, 2005 sebesar 4,30 % , 2006 sebesar 24,95 %, 2007 sebesar 90,44 %, 2008 sebesar -63,80 % dan 2009 sebesar 148,70 %.
    ? Rambutan di tahun 2004 sebesar 5,89 %, 2005 sebesar 141,13 % , 2006 sebesar - 63,64 %, 2007 sebesar 294,50 %, 2008 sebesar -26,63 % dan 2009 sebesar -89,29 %.


Hampir semua kecamatan di Kabupaten Barito Kuala merupakan sentra produksi padi sawah kecuali Kecamatan Kuripan. Yang memberikan kontribusi produksi padi terbesar adalah Kecamatan Tabunganen ( 13,76 %), Anjir Pasar ( 8,99 %), Rantau Badauh ( 8,71 %) dan Anjir Muara ( 8,08 %). Sedangkan kecamatan lainnya Tamban ( 7,84 %), Barambai (7,41 %), Mekarsari ( 7,23 %), Cerbon ( 5,32 %),Tabukan ( 5,24 %), Belawang ( 4,70 %), Marabahan ( 4,44 %), Alalak ( 4,41 %), Mandastana ( 4,38 %), Bakumpai ( 4,08 %), Wanaraya ( 2,91 %), Jejangkit ( 2,46 %), dan Kuripan 0,04 %.

Kontribusi produksi per kecamatan untuk tanaman palawija, sbb :

    ? Jagung hanya Kecamatan Wanaraya ( 48 %), Rantau Badauh ( 21 %), Barambai ( 12 %) dan Anjir Pasar ( 9 %), kecamatan lainnya tidak ada produksinya.
    ? Kedelai yang berproduksi hanya Kecamatan Wanaraya ( 100 % ).
    ? Kacang tanah yang berproduksi adalah Kecamatan Wanaraya ( 39,47 % ), Barambai ( 23,68 % ), Marabahan ( 21,05 % ), Rantau Badauh ( 10,53 % ) dan Anjir Pasar ( 5,26 % ).
    ? ubi kayu yang berproduksi adalah Kecamatan Wanaraya ( 21,19 % ), Barambai ( 21,19 % ), Mekarsari ( 14,34 % ), Rantau Badauh ( 14,03 % ), Anjir Pasar ( 7,79 % ), Belawang ( 7,16 % ), Mandastana ( 6,54 % ), Marabahan ( 4,04 % ), Alalak ( 3,12 % ), Tamban ( 0,31% ) dan Tabunganen ( 0,31 % ).
    ? Ubi jalar yang berproduksi adalah Kecamatan Rantau Badauh ( 25,05 % ), Barambai ( 22,94 % ), Marabahan ( 21,22 % ), Wanaraya ( 19,31 % ) dan Anjir Pasar ( 11,47 % ). Produksi Untuk tanaman sayuran secara umum mengalami penurunan sebesar 48,39 %, dimana yang mengalami kenaikan produksi hanya tanaman petai ( 86,97 % ) sedangkan yang mengalami penurunan adalah kacang panjang ( 78,88 % ), cabe ( 80,26 % ), tomat ( 97,47 % ), terong ( 88,05 % ), ketimun ( 81,39 % ), bayam ( 80,88 % ) dan kangkung ( 68,38 %).


Kontribusi produksi per kecamatan untuk tanaman sayuran, sbb :

    ? Petai yang berproduksi adalah kecamatan Marabahan ( 60,53 % ), Tabukan ( 25,58 % ), Barambai ( 5,56 % ), Rantau Badauh ( 5,13 % ), dan Cerbon ( 3,21 % ).
    ? Kacang panjang yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 24,35 % ), Anjir Pasar ( 18,24 % ), Barambai ( 12,35 % ), Mandastana (12,35 % ), Marabahan ( 11,18 % ), Wanaraya ( 8,82 % ), Alalak ( 8,24 % ) dan Belawang ( 8,24 % ).
    ? Cabe yang berproduksi adalah kecamatan Barambai ( 48,00 % ), Rantau Badauh ( 30,67 % ), Marabahan ( 15,33 % ), dan Tabukan ( 6,00 % ).
    ? Tomat yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 53,19 % ), Barambai ( 25,53 % ), Anjir Pasar ( 14,89 % ) dan Wanaraya ( 6,38 % ).
    ? Terong yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 71,77 % ), Mandastana ( 9,57 % ), Marabahan ( 5,26 % ), Barambai ( 4,78 % ), Wanaraya ( 4,78 % ), dan Alalak ( 3,83 % ).
    ? Ketimun yang berproduksi adalah kecamatan Anjir Pasar ( 28,75 % ), Marabahan ( 27,50 % ), Alalak ( 16,25 % ), Rantau Badauh ( 15,00 % ), Tabukan ( 6,25 % ), dan Wanaraya ( 6,25 % ).
    ? Bayam yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 69,44 % ), Marabahan ( 20,83 % ), dan Barambai ( 9,72 % ).
    ? Kangkung yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 73,48 % ), Marabahan ( 13,42 % ), dan Barambai ( 13,10 % ).


Produksi Untuk tanaman buah-buahan secara umum mengalami penurunan sebesar 71,88 %, dimana yang mengalami kenaikan produksi adalah durian ( 305,67 % ), mangga ( 262,17 % ), nenas ( 148,72 %), pisang ( 14,70 % ), sawo ( 64,77 % ), sukun ( 162,08 % )
dan semangka ( 98,97 %) sedangkan yang mengalami penurunan adalah belimbing ( 54,22 % ), jambu biji ( 65,86 % ), jeruk ( 71,87 % ), nangka ( 47,11 % ), pepaya ( 89,37% ), rambutan ( 89,29 % ), salak ( 90,18 % ) dan sirsak ( 14,39 % ).

Kontribusi produksi per kecamatan untuk tanaman buah-buahan, sbb :

    ? Belimbing yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 38,08 % ), Tamban ( 16,23 % ), Barambai ( 14,43 % ), Mekarsari ( 9,02 % ), Belawang ( 8,42 % ), Tabukan ( 3,61 % ), Anjir Pasar ( 3,21 % ), Cerbon ( 3,21 % ), Marabahan ( 3,01 % ),
    dan Mandastana ( 0,80 % ).
    ? Durian yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 54,26 % ), Barambai ( 25,47 % ), Cerbon ( 8,22 % ), Anjir Muara ( 5,75 % ), Marabahan ( 4,93 % ), Anjir Pasar ( 0,82 % ) dan Mekarsari ( 0,55 % ).
    ? Jambu biji yang berproduksi adalah kecamatan Tamban ( 11,87 % ), Mekarsari ( 11,27 % ), Barambai ( 7,45 % ), Tabukan ( 3,28 % ), Bakumpai ( 2,42 % ), Kuripan ( 2,35 % ), Rantau Badauh ( 2,16 % ), Marabahan ( 1,52 % ), Jejangkit ( 0,57 % ),
    Mandastana ( 0,54 % ), Anjir Pasar (0,40 %) dan Anjir Muara ( 0,36 % ).
    ? Jeruk yang berproduksi adalah kecamatan Tamban ( 56,82 % ), Mandastana ( 46,25 % ), Rantau Badauh ( 20,68 % ), Belawang ( 19,90 % ), Alalak ( 6,52 % ), Barambai ( 3,72 % ), Cerbon ( 1,97 % ), Marabahan ( 0,48 % ), Tabunganen ( 0,09 % ),
    Jejangkit ( 0,07 % ), Wanaraya ( 0,06 % ), Tabukan ( 0,05 % ), dan Anjir Muara ( 0,02 % ).
    ? Mangga yang berproduksi adalah kecamatan Anjir Muara ( 26,68 % ), Alalak ( 13,65 % ), Rantau Badauh ( 12,01 % ), Tabukan ( 11,72 % ), Belawang ( 6,12 % ), Bakumpai ( 5,64 % ), Mekarsari ( 5,45 % ), Cerbon ( 3,39 % ), Marabahan ( 3,37 % ),
    Anjir Pasar (3,27 %), Tabunganen ( 2,34 % ), Tamban ( 2,31 % ), Barambai ( 2,31 % ), Mandastana ( 2,18 % ), dan Kuripan ( 0,14 % ).
    ? Nangka yang berproduksi adalah kecamatan BarambaI ( 16,82 % ), Rantau Badauh (14,35 % ), Belawang ( 16,02 % ), Marabahan ( 7,96 % ), Tabukan ( 7,53 % ),Mandastana ( 6,11 % ), Anjir Muara ( 5,98 % ), Wanaraya ( 5,76 % ), Tabunganen
    ( 4,48 % ), Cerbon ( 4,26 % ), Alalak ( 3,74 % ),Tamban ( 3,70 % ), Anjir Pasar (3,61 %), dan Bakumpai ( 1,48 % ).
    ? Nenas yang berproduksi adalah kecamatan Mekarsari ( 59,78 % ), Tamban ( 10,94% ), Rantau Badauh ( 8,37 % ), Wanaraya ( 8,36 % ), Belawang ( 6,40 % ), Marabahan ( 4,83 % ), Barambai ( 0,63 % ), Mandastana ( 0,27 % ), Tabukan ( 0,15 % ), Cerbon
    ( 0,11 % ), Anjir Muara ( 0,07 % ), Tabunganen ( 0,05 % ), Anjir Pasar ( 0,03 %), dan Bakumpai ( 0,02 % )
    ? Pepaya yang berproduksi adalah kecamatan Belawang ( 33,52 % ), Wanaraya ( 29,31 % ), Rantau Badauh ( 26,45 % ), Mekarsari ( 3,57 % ), Barambai ( 3,2 % ), Alalak ( 2,50 % ), Mandastana ( 1,07 % ), dan Bakumpai ( 0,36 % )
    ? Pisang yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh ( 45,33 % ), Belawang (21,17 % ), Tamban ( 10,13 % ), Wanaraya (7,26 % ), Marabahan ( 4,63 % ), Mekarsari ( 2,96 % ), Barambai ( 2,94 % ), Cerbon ( 2,13 % ), Anjir Muara ( 1,36 % ),Tabukan ( 1,25 % ), Tabunganen ( 0,47 % ), Mandastana ( 0,20 % ), Anjir Pasar ( 0,09 %), dan Bakumpai ( 0,06 % )
    ? Rambutan yang berproduksi adalah kecamatan Marabahan ( 38,53 % ), Rantau Badauh ( 23,76 % ), Barambai ( 17,90 % ), Wanaraya ( 6,79 % ), Tabukan ( 5,67 % ), Cerbon ( 2,95 % ), Belawang ( 1,50 % ), Anjir Muara ( 1,43 % ), Mekarsari ( 0,86 % ), Mandastana ( 0,32 % ), Alalak ( 0,15 % ), dan Anjir Pasar ( 0,14 %).
    ? Salak yang berproduksi adalah kecamatan Belawang ( 31,45 % ), Mekarsari ( 28,30 % ), Rantau Badauh ( 25,45 % ), Anjir Muara ( 6,67 % ), Cerbon ( 4,24 % ), Anjir Pasar ( 3,27 %) dan Tamban ( 0,61 % ).
    ? Sawo yang berproduksi adalah kecamatan Barambai ( 9,82 % ), Tamban ( 9,29 % ), Rantau Badauh ( 9,12 % ), Marabahan ( 8,34 % ), Anjir Pasar ( 7,95 %), Cerbon ( 7,85 % ), Mekarsari ( 7,67 % ), Mandastana ( 7,63 % ), Anjir Muara ( 7,06 % ),Belawang ( 6,82 % ), Tabukan ( 6,56 % ), Tabunganen ( 6,19 % ), dan Bakumpai ( 5,71 % ).
    ? Sirsak yang berproduksi adalah kecamatan Rantau Badauh (33,04 % ), Cerbon ( 8,10 % ), Anjir Pasar ( 7,48 %), Wanaraya ( 7,00 % ), Barambai ( 6,78 % ), Belawang ( 6,35 % ), Marabahan ( 6,13 % ), Tabukan ( 5,69 % ),Mekarsari ( 5,47 % ), Mandastana ( 5,47 % ), Tabunganen ( 4,81 % ), dan Tamban ( 3,68 % ).
    ? Sukun yang berproduksi adalah kecamatan Barambai ( 25,28 % ), Marabahan ( 20,87 % ), Cerbon ( 14,36 % ), Mekarsari ( 13,59 % ), Rantau Badauh (12,08 % ), Tamban ( 4,82 % ), Anjir Pasar ( 4,71 %), dan Mandastana ( 4,29 % ).
    ? Semangka yang berproduksi adalah kecamatan Alalak (64,69 % ), Marabahan ( 34,66 % ) dan Barambai ( 0,64 % )


Adapun kelembagaan tani yang mendukung pelaksanaan pembangunan pertanian tanaman pangan antara lain kelompok tani RPHP {Regu Pengendalian Hama dan Penyakit, P3A (Hippa) . Kelompok tani dikriteriakan pada 5 kelas yaitu BDK, pemula, lanjut, madya dan utama.

 

 

 

You are here: Home Pembangunan Sumber Daya Alam Pertanian

JADWAL PIMPINAN

Jadwal Kegiatan Pimpinan Daerah

BaTV

LPSE

Webmail

JDIH