Gubernur Lantik Bupati & Wakil Bupati

Gubernur Lantik Bupati & Wakil Bupati

        Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin meminta kepada pasangan H Hasanuddin Murad yang baru...

Bupati Raih Adhikarya Pangan Nusantara

Bupati Raih Adhikarya Pangan Nusantara

Bupati Batola, H. Hasanuddin Murad kembali mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang...

Pasar Baru Marabahan diresmikan

Pasar Baru Marabahan diresmikan

MARABAHAN - Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamukti meresmikan Pasar Baru Marabahan, Selasa...

HUT 14 DWP Jangan Sekedar Tema

HUT 14 DWP Jangan Sekedar Tema

BATOLA – Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batola Hj Noormiliyani AS H...

Ribuan Jemaah Penuhi Haulan Syekh Abdussamad

Ribuan Jemaah Penuhi Haulan Syekh Abdussamad

Kompleks Kubah Datuk Abdussamad yang berada di Jalan Panglima Wangkang RT 9 Marabahan, Kamis...

  • Gubernur Lantik Bupati & Wakil Bupati

    Gubernur Lantik Bupati & Wakil Bupati

  • Bupati Raih Adhikarya Pangan Nusantara

    Bupati Raih Adhikarya Pangan Nusantara

  • Pasar Baru Marabahan diresmikan

    Pasar Baru Marabahan diresmikan

  • HUT 14 DWP Jangan Sekedar Tema

    HUT 14 DWP Jangan Sekedar Tema

  • Ribuan Jemaah Penuhi Haulan Syekh Abdussamad

    Ribuan Jemaah Penuhi Haulan Syekh Abdussamad

 

 

 

Kabupaten Batola adalah salah satu kabupaten dengan potensi sumberdaya alam  yang mempunyai peluang dalam usaha Perikanan dan Kelautan.  Secara administratif.  Kabupaten Barito Kuala adalah salah satu kabupaten yang berada diwilayah Provinsi  Kalimantan Selatan.  Nama “Barito Kuala”  yang berarti muara Sungai Barito mereflleksikan bahwa kehidupan masyarakat di sini sangat dipengaruhi oleh keberadaan salah satu sungai terbesar di Indonesia tersebut.  Selain berperan sebagai sumber air untuk rumah tangga dan industri, jalur transportasi air, tempat rekreasi serta daerah penangkapan ikan  Sungai dengan panjang 120 km yang berada di Kabupaten ini juga telah dimanfaatkan untuk kegiatan usaha Budidaya Perikanan Air Tawar, air payau serta penangkapan.  Potensi penangkapan pada panjang pantai 14,2 km dengan areal penagkpan sampai 10 mil laut.

Kegiatan perikanan yang berkembang mulai dari arah utarah yaitu kecamatan kuripan berupa penangkapan di sungai, pembesaran ikan Toman, betutu, patin dan nila dalam karamba  sampai kearah selatan yang berbatasan dengan laut jawa dengan usaha perikanan tangkap di lauta dan darar, Pembesaran ikan bandeng dan udang di tambak sekitar 3500 ha dan ikan  betok, nila dan patin di kolam, pengolahan hasil perikanan seperti ebi, terasi dan ikan kering.

Daerah daerah yang potensial dikembangakan sebagai sentra-sentra produksi di batola sebagian besar merujpakan daerah daerah desa tertinggal (PDT),  Potensi ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai areal Minapolitan atau kantong-kantong produksi .

Potensi Perikanan tersebar mulai dari Kecamatan Tabunganen sampai Kecamatan kuriapan karena hampir seluruh kecamatan di lalui oleh Sungai barito dan satu kecamatan merupakan kecamatan pesisir. Potensi Sungai Barito yang merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia berada di Kabupaten Barito Kuala.  Dengan panjang 120 km dari muaranya hingga perbatasan di sebelah utara (kabupaten Hulu sungai Utara), sungai ini menjadi modal utama untuk potensi Sumber  Daya Alam yang akan mendukung kegiatan pengembangan usaha budidaya.  Selain itu, banyaknya anak sungai dan kanal di Kabupaten ini juga membuat lokasi usaha tidak hanya terkonsentrasi di karamba atau jaring apung namun bisa menyebar di perkolaman pasang surut maupun tadah hujan serta mina padi.

Secara umum, kegiatan pemanfaatan sungai barito yang  telah dilaksanakan oleh masyarakat terletak di Kec. Kuripan (karamba), Kec. Marabahan (Karamba dan KJA), Kec Cerbon (KJA). dan Kecamatan Tabukan (karamba).

Program pengambangan budidaya di dalam Karamba telah dikembangkan sejak dengan sumber dana APBD dan APBN melalui penguatan modal dan Pinjaman Karamba jaring apung bagi pembudidaya.  Fasiltas penunjang tleah dibangun di 2 kecamatan yaitu kec Cerbon dan Marabahan yaitu tiang pancang dan rumah jaga walaupun jumlah tiang pancang masih minim dan perlu tambahan kembali.

Pengembangan kawasan PDT hendaknya terencana dan bersinergi dengan masyarakat serta pihak yang terkaitan. Pada bidang perikanan dan kelautan telah titik-titik pengembangan sentral-sentra perekonomian masyarakat pada pendekatan komoditas.

A. Sental  Komoditas Air Payau  (Bandeng)

Sental pengembangan air payau dengan komoditas utama ikan bandeng berada di Kec. Tabunganen. Pembangunan yang terakhir dibangun yaitu akses jalan usaha budidaya di tambak dari Desa Tanggul rejo menuju pertambakan baru dalam tahap pembangunan badan jalan di tahun 2009.

Hasil produksi bandeng yang berlimpah telah di arahkan untuk pengolahan bandeng asap dalam bentuk pelatihan. Tahap permodalam masih belum bisa dilaksanakan.

B. Sental Perkolaman Patin Dan Lele

Pengembangan Budidaya ikan kolam dikecamatan alalak berawal dari Dempot percontohan di pompes Al-Amin desa beringin dan pinjaman pengutan modal di 2 kelompok pembudidaya dengan area budidaya kurang lebih 0,4 ha komoditas yang diusahakan yakni ikan patin dan nila.

Sedangkan pada akhir 2010 kegiatan pembudidaya ikan dikolam sudah menyebar luar tidak hanya didesa beringn tetapi sudah menyebar luar ke 8 desa lainya seperti sungai pitung, sungai lumbah, belandean dan lainya. Total daerah budidaya sekitar 3,5 ha dengan jumlah kolam mencapai 250 buah ikan yang diusahakan patin,nila, gurame, lele dan yang terbaru ikan papuyu.

Pada tahun 2009 dilaksanakan demplot ikan lele sangkuriang pada Kelompok Setia Kawan yang merupakan kerjasama pemerintah daerah dengan Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat. Sejak demplot tersebut berkembanga budidaya ikan lele sangkuriang  Kelompok pembudidaya ikan Setia kawan ini  pada tahun 2010 menjadi juara kelompok pembudidaya ikan tingkat propinsi dan pada tahun 2010 menjadi  juara tiga kelompok pembudidaya ikan (komoditas cet fish) tingkat nasional.

Didesa beringin juga terletak sekretariat UPP (unit pelayanan Pengembangan) “Perikanan Budidaya” yang pada tahun 2010 mendapatkan juara dua tingkat propinsi.total produksi ditahun 2010.

Pada Kecamatan alalak masih banyak kelompok pembudidaya ikan yang skala usahanya masih tidak ekonomis dan belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

C. Sental Karamba Jaring Apung Ikan Nila

Pengembangan sental budidaya ikan nila di Karamba jaring apung berada di Kecamtan Marabahan memanjang mulai dari Desa Marabahan Kota, Penghulu, Baliuk dan Bagus.

Melalui program pengembangan perikanan budidaya melalui kegiatan revitalisasi perikanan di kawasam budidadaya air tawar mulai tahun 2006 mulai dirintis mengembangan budidaya ikan di dalam Karamba Jaring Apung (KJA) di kecamatan marabahan dan kecamtan Cerbon. Sejak tahun 2007 usaha mulai berkembang. Pada tahun 2008 dibangun kembali sebanyak 40 unit KJA yang disebar ke Kecamatan marabahan dan Kecamatan Cerbon pada 5 kelompok Pembudidaya ikan (poldakan) tiap kelompok yang menerima sebanyak 8 orang. Sampai dengan sekarang proses budidaya masih berjalan dengan lancar.  Pada tahap kedua di lanjutkan kegiatan pembuatan kja sebanyak 20 unit untuk 7 Kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Marbahan Kota Kecamatan Marabahan dan Desa Badandan Kec. Cerbon.

Komoditas yang diusahakan adalah ikan patin dan ikan nila.  Kedua komoditas ini menjadi pilihan karena daya adaptasinya yang kuat terhadap karakteristik perairan sungai Barito dan serapan pasar yang cukup besar.

Rencana pengembangan dikhususkan untuk Kecamtan Marabahan mulai dari Kelurahan Ulu benteng, Kelurahan Marabahan kota, Desa Penghulu, Desa Baliuk dan Desa Bagus dengan desain karamba baru.

D. Sentral kolam Ikan lokal (betok dan Gabus)

Pengembangan sentra ikan lokal berada di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Alalak dan Kecamatan Jejangkit. Komoditas unggulan pada kecamatan Jejangkit adalah ikan betok dan gabus yang dipelihara di dalam kolam dan Kecamatan Alalak khusus untuk pengembangan ikan betok.

E. Sentral Karamba Ikan lokal (toman)

Pengembangan sentra ikan lokal berada di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit. Komoditas unggulan pada kecamatan Kuripan adalah ikan toman yang dipelihara di dalam karamba. Karamba di Kecamatan Kuripan berkembang sejak adanya hibah dana CD Batubara tahun 2008 dimulai dari budidaya ikan patin di Desa Tabatan Baru.

Kelompok mendapatkan dana hibah dari PT Adaro melalui progran CD Batu Bara di akhir tahun 2009 yaitu masing-masing sebesar Rp.17.500.000,-. Perkembangan Karamba toman di Desa Rimbun tulang sebagai berikut :

a.       Tahap pertama penggunaan dana CD Batu Bara Kelompok pantai barito untuk pembeliah bibit toman dan pakan untuk 3 buah Karamba kemudian berkembang menjadi 7 buah pada tahap ke 2 teber benih 5000 ekor.

b.      Tahap pertama penggunaan dana CD Batu Bara Kelompok PATINU SIDIN untuk pembeliah bibit toman dan pakan untuk 8 buah Karamba kemudian berkembang menjadi 8 buah pada tahap ke 2 dengan jumlah tebar benih 8000 ekor

Karamba ikan toman di Desa Rimbun tulang sebanyak 33 buah dan jumlah yang siap panen sebanyak 31 buah dengan ukuran panen rata-rata 1 kg/ekor dan estimasi hasil panen sebanyak 8,37 ton ( tiap karamba 270 kg),

Pada Panen raya  toman pada tanggal 8 Februari 2011 di panen sebanyak 4 buah dengan hasil sebanyak 1,1 ton jadi rata-rata per karamba sebanyak  sekitar 275 kg per karamba.

 

 

 

You are here: Home Pembangunan Sumber Daya Alam Perikanan