Di Kabupaten Barito Kuala (Batola) Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) merupakan gabungan dari Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan. Dinas yang tergabung pada 31 Desember 2016 ini memiliki tiga bidang yakni Bidang Perkebunan, Bidang Produksi Ternak, serta Bidang Keswan (Kesehatan Hewan) dan Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner).

Kepala Disbunak Batola, Drh H Alfian Noor mengatakan, untuk bidang produksi ternak tahun 2017 ini pihaknya melaksanakan program peningkatan populasi dan produktiviras ternak.

Alfian mengatakan, upaya yang dilaksanakan ini dalam rangka mendukung dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Mengingat Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengeluarkan Permentan No 48 Tahun 2016 berupa pencanangan upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau wajib bunting (Upsus Siwab).

Kadisbunak menerangkan, tahun 2017 ini pemerintah nasional menargetkan 4 juta akseptor sapi induk produktif dan berkomitmen mewujudkan kebuntingan 3 ekor sapi. Sementara Kalsel ditargetkan dari 36.000 akseptor sapi induk produktif dengan kebuntingan 17.000 ekor sapi.

“Sedangkan Batola ditargetkan 1.100 ekor akseptor sapi induk produktif dengan kebuntingan 715 ekor sapi,” katanya saat membina Upacara 17 April di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (17/04).

Terkait Bidang Keswan dan Kesmavet, Alfian mengatakan, tahun 2017 ini pihaknya akan melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan PHMS dalam upaya merealisasikan bebas penyakit rabies nasional 2020, bebas avian influenza (flu burung) nasional 2020, brucellosis target nasional 2025, antraks, dan hog cholera.

Khusus Bidang Perkebunan, Alfian menjelaskan, pada 2017 ini pihaknya melaksanakan program peningkatan ketahanan pangan dengan kegiatan pengembangan diversifikasi tanaman berupa pemeliharaan demplot sawit 40 hektar di Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan dan pemeliharaan demplot karet 4 hektar di Desa Kolam Kiri Kecamatan Wanaraya.

Pihaknya juga akan melaksanakan program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk perkebunan berupa pemeliharaan sawit bantaran jalan hasil penanaman tahun 2015 berupa penyulaman sebanyak 350 batang sawit.

Sementara dari APBD Provinsi Kalsel, sebut Alfian, pihaknya akan melaksanakan perlindungan tanaman yang berasal dari hibah/bantuan obat-obatan untuk tanaman karet berupa trichoderma, sp sebanyak 100 kilogram untuk 25 hektar, pestisida nabati 75 kilogram untuk 25 hektar pada 2 kelompok tani Panca Usaha dan Berkat Usaha di Desa Sido Makmur Kelurahan Marabahan.

Selain itu,  juga akan dilaksanakan peningkatan produktivitas tanaman sawit rakyat berupa pemberian pupuk NPK 600 kilogram per hektar pada Gapoktan Sidomulyo Kecamatan Wanaraya.

Program yang berasal dari APBN TP, Disbunak Batola tahun 2016/2017 melaksanakan program kegiatan integrasi jagung di lahan perkebunan dengan luas sekitar 9.00 hektar perkebunan sawit dan karet. Namun realisasi tanam baru 221 hektar (22,17 persen) dan sudah dipanen 115 hektar dan rusak 24 hektar dengan lokasi di Kecamatan Marabahan, Cerbon, Tamban dan Wanaraya.

Saat ini, sebut Alfian, kondisi lahan masih tergenang air. Sehingga tanam berikutnya menunggu lahan kering.

You are here: Home Habar Banua Batola Targetkan Kebuntingan 715 Sapi

JADWAL PIMPINAN

Jadwal Kegiatan Pimpinan Daerah

BaTV

LPSE

Webmail

JDIH